Adat kesopanan dan Tutur kata yang baik merupakan ciri Khas bangsa ini. Yang mana memang dari jaman dahulu bangsa kita di kenal dengan Keramahtamahannya. Kemajuan akan teknologi yang tak dapat kita bendung lagi merupakan ajang bagaimana kita dapat memilih kemajuan teknologi mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi kita, salah satunya adalah Mobile Phone atau Handphone. Memang sudah tidak dapat kita pungkiri lagi jika pengguna Mobile Phone ini semua kalangan dapat menikmati, bahkan banyak anak-anak yang menggunakan telepon selular sebagai Alat komunikasi untuk bersosialisasi dengan teman atau keluarga mereka.
SMS yang merupakan fitur yang terdapat dalam handphone tersebut merupakan layanan yang penting dalam berkomunikasi dengan menulis pesan singkat kemudian mengirimkan ke teman mereka. Namun, tanpa disadari maupun tidak disadari anak-anak perlu diajari untuk bertanggungjawab menggunakan benda pintar itu. Berikut lima etika ber-SMS yang perlu diajarkan kepada buah hati Anda.
1. Penggunaan ponsel jangan sampai menggantikan percakapan
seringkali anak Anda menggunakan ponsel untuk berkirim pesan pendek, baik kepada teman sekolah, kakak, adik, atau mungkin kepada Anda. Jangan sampai keasyikan ber-SMS mereka menggantikan waktu interaksi mereka dengan sekitarnya.
2. Hindari SMS sambil bicara
Berbicara sembari menegetik sms sama kasarnya dengan menjawab kasar lawan bicara melalui telepon. Coba tanyakan kepada putra-putri anda, bagaimana rasanya jika seseorang memotong pembicaraan mereka. Atau, ketika mereka bicara dan yang diajak bicara justru asyik ber- SMS.
3. Jangan membalas sms ketika sedang kesal
Anak Anda perlu memahami, ketika mengirim sms itu artinya mereka tak dapat menarik kembali pesan yang dikirim. Mintalah mereka untuk bersikap tenang sebelum membalas SMS. salah-salah kalimat yang dikirim anak Anda mengandung kata-kata kasar. Minta dia tenang sebelum datang komentar sinis.
4. Jangan meminta maaf lewat sms
Jangan biasakan buah hati untuk meminta maaf kepada orang lain lewat SMS. Biasakan mereka meminta maaf dengan bertemu dan bertatap muka langsung. Beri pengertian padanya, meminta maaf lewat SMS bukan hanya tak baik, namun ada kesan kurang tulus apabila permintaan maaf itu dikirim lewas SMS. Ini juga bisa membantu pembentukan karakter anak Anda dan membangun rasa percaya diri.
5. Ada waktu dan tempat untuk ber-SMS
Tak seharusnya mengirim SMS ketika belajar dalam kelas, di tempat ibadah, saat makan malam, atau di bisokop. Ajari pula anak untuk tidak mengirim SMS saat mengemudi atau berkendara. Tipsnya bersumber dari Vivanews.com
Semoga Tips ini bermanfaat bagi kita untuk dapat Mengarahkan anak-anak, para remaja dan orang tua akan pentingya etika dalam ber SMS ria. Begitu pula untuk Penulis sebagai pengingat diri untuk slalu beretika baik dalam berSMS dalam kondisi apapun.
SMS yang merupakan fitur yang terdapat dalam handphone tersebut merupakan layanan yang penting dalam berkomunikasi dengan menulis pesan singkat kemudian mengirimkan ke teman mereka. Namun, tanpa disadari maupun tidak disadari anak-anak perlu diajari untuk bertanggungjawab menggunakan benda pintar itu. Berikut lima etika ber-SMS yang perlu diajarkan kepada buah hati Anda.
1. Penggunaan ponsel jangan sampai menggantikan percakapan
seringkali anak Anda menggunakan ponsel untuk berkirim pesan pendek, baik kepada teman sekolah, kakak, adik, atau mungkin kepada Anda. Jangan sampai keasyikan ber-SMS mereka menggantikan waktu interaksi mereka dengan sekitarnya.
2. Hindari SMS sambil bicara
Berbicara sembari menegetik sms sama kasarnya dengan menjawab kasar lawan bicara melalui telepon. Coba tanyakan kepada putra-putri anda, bagaimana rasanya jika seseorang memotong pembicaraan mereka. Atau, ketika mereka bicara dan yang diajak bicara justru asyik ber- SMS.
3. Jangan membalas sms ketika sedang kesal
Anak Anda perlu memahami, ketika mengirim sms itu artinya mereka tak dapat menarik kembali pesan yang dikirim. Mintalah mereka untuk bersikap tenang sebelum membalas SMS. salah-salah kalimat yang dikirim anak Anda mengandung kata-kata kasar. Minta dia tenang sebelum datang komentar sinis.
4. Jangan meminta maaf lewat sms
Jangan biasakan buah hati untuk meminta maaf kepada orang lain lewat SMS. Biasakan mereka meminta maaf dengan bertemu dan bertatap muka langsung. Beri pengertian padanya, meminta maaf lewat SMS bukan hanya tak baik, namun ada kesan kurang tulus apabila permintaan maaf itu dikirim lewas SMS. Ini juga bisa membantu pembentukan karakter anak Anda dan membangun rasa percaya diri.
5. Ada waktu dan tempat untuk ber-SMS
Tak seharusnya mengirim SMS ketika belajar dalam kelas, di tempat ibadah, saat makan malam, atau di bisokop. Ajari pula anak untuk tidak mengirim SMS saat mengemudi atau berkendara. Tipsnya bersumber dari Vivanews.com
Semoga Tips ini bermanfaat bagi kita untuk dapat Mengarahkan anak-anak, para remaja dan orang tua akan pentingya etika dalam ber SMS ria. Begitu pula untuk Penulis sebagai pengingat diri untuk slalu beretika baik dalam berSMS dalam kondisi apapun.



